JAKARTA — Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas peran aktifnya dalam mendukung percepatan pencegahan stunting nasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, menilai keterlibatan kepolisian merupakan wujud nyata dukungan terhadap agenda kemanusiaan dan pembangunan sumber daya manusia. Sebagai salah satu program prioritas pemerintah, pelaksanaan MBG diakui menghadapi berbagai tantangan operasional, mulai dari kesiapan SPPG, kepatuhan standar operasional prosedur (SOP), distribusi, tata kelola mitra, hingga jaminan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Dinamika pelaksanaan program ini, khususnya di wilayah DKI Jakarta, belakangan sempat diwarnai aksi unjuk rasa serta beredarnya narasi penolakan di media sosial. Menanggapi situasi tersebut, KNPS menekankan pentingnya penguatan pengawasan, evaluasi berkala, dan edukasi publik guna meluruskan informasi yang belum terverifikasi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Bagi KNPS, visi ‘Polri Bersama Masyarakat’ sangat relevan dengan isu stunting. Pencegahan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tugas bersama. Kehadiran SPPG Polri di berbagai wilayah diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masa depan anak bangsa,” ujar David Hamka.
David menambahkan, penanganan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada pembagian makanan bergizi semata. Diperlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta koordinasi erat antara Polri, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah agar program berjalan berkelanjutan.
Selain institusi kepolisian, KNPS turut menyoroti peran strategis Bhayangkari di bawah kepemimpinan Ny. Dewi Suyudi Ario Seto. Keterlibatan organisasi istri anggota Polri ini dinilai sangat vital dalam memperkuat edukasi pola asuh serta kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga.
David berharap kolaborasi antara program SPPG Polri dan gerakan edukasi keluarga Bhayangkari dapat mempercepat penurunan angka stunting di berbagai pelosok tanah air secara efektif. “Kami dari KNPS siap bersinergi dengan Polri dan Bhayangkari untuk memperkuat edukasi serta sosialisasi pencegahan stunting. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari dukungan program pemenuhan gizi hingga peran aktif ibu dan keluarga. Anak sehat, Polri kuat, Indonesia Emas terwujud,” pungkasnya.



